Logo Kabupaten Penajam Paser Utara
Diskominfo

Kab. Penajam Paser Utara

BerandaBeritaBERITA TERKINI
BERITA TERKINIBerita Terkini

Kabupaten PPU Menata Masa Depan (Bagian 3) Buluminung Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru, PPU Bidik Investasi dan Hilirisasi Industri

ANDY ALFIYAN AW
3 menit baca
Kabupaten PPU Menata Masa Depan (Bagian 3)  Buluminung Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru, PPU Bidik Investasi dan Hilirisasi Industri - Foto 1
Kabupaten PPU Menata Masa Depan (Bagian 3)  Buluminung Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru, PPU Bidik Investasi dan Hilirisasi Industri - Foto 2
Foto 1 dari 2
Dokumentasi Resmi Diskominfo Kab. Penajam Paser Utara•1 dari 2 Foto
0 Kali Dibaca
Statistik Artikel Berita
Terverifikasi
Total Pembaca
0
Waktu Baca
3 Menit
Tanggal Rilis
5 November 2026
Kategori
BERITA TERKINI
"PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mendorong pengembangan Kawasan Industri Buluminung sebagai salah satu pusat pertumbuhan..."

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mendorong pengembangan Kawasan Industri Buluminung sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru untuk memperkuat posisi daerah sebagai Gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN).

Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan pengembangan kawasan industri tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam melakukan transformasi ekonomi, terutama untuk mengurangi ketergantungan terhadap sektor berbasis sumber daya alam.

Hal tersebut disampaikannya dalam Talkshow Zona Inspirasi Kompas TV bertema Penajam Paser Utara, Menata Masa Depan, Rabu (4/11/2026).

Menurut Mudyat, posisi geografis Buluminung yang strategis, didukung akses Jembatan Pulau Balang, Pelabuhan Buluminung, serta konektivitas menuju kawasan industri di Kalimantan Timur, menjadi modal penting untuk menarik investasi.

Ia menyebutkan, terdapat empat kelompok industri yang diharapkan berkembang di kawasan tersebut.

Pertama, industri material konstruksi untuk memenuhi kebutuhan pembangunan IKN, seperti bahan bangunan, beton pracetak, dan produk turunannya.

Kedua, industri berbasis pertanian dan perkebunan melalui pengolahan hasil produksi daerah agar memiliki nilai tambah ekonomi.

Ketiga, industri kimia maju berbasis lemak nabati, serta keempat industri energi rendah karbon yang memperhatikan prinsip keberlanjutan dan efisiensi energi.

"Kita ingin hasil produksi daerah tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah," jelasnya.

Selain pengembangan kawasan industri, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur strategis, seperti peningkatan konektivitas jalan Penajam–Petung, Waru–Babulu, Silkar–Riko, serta akses Penajam–Jenebora–Gersik–Pantai Lango hingga kawasan Pulau Balang.

Pengembangan Coastal Road, optimalisasi Pelabuhan Buluminung dan Pelabuhan Nenang, serta penyediaan infrastruktur air bersih dan sumber daya air juga menjadi bagian dari prioritas pembangunan.

Mudyat mengakui, realisasi berbagai proyek tersebut menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan fiskal, kesiapan lahan, kelengkapan dokumen teknis, perizinan, dan koordinasi kewenangan antarinstansi.

Karena itu, pemerintah daerah akan mendorong pembangunan secara bertahap serta memperjuangkan dukungan pembiayaan melalui APBN, APBD Provinsi, dan peluang kerja sama investasi.

Di samping pembangunan infrastruktur dan kawasan industri, Mudyat menegaskan investasi yang masuk harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal.

Pemerintah daerah akan mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan vokasi dan sertifikasi sesuai kebutuhan industri, sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat PPU.

Keterlibatan UMKM dalam rantai pasok investasi juga menjadi perhatian, termasuk melalui penyediaan katering, transportasi, logistik, bahan pangan, jasa konstruksi pendukung, dan berbagai produk maupun layanan lainnya.

"Kita ingin masyarakat PPU menjadi bagian dari rantai nilai ekonomi IKN, bukan hanya menjadi penonton dari perkembangan pembangunan yang berlangsung di wilayahnya sendiri," tegasnya.

Untuk mendukung realisasi program strategis, Pemkab PPU juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Sejumlah kebutuhan yang diperjuangkan meliputi pembangunan jalan strategis, sistem penyediaan air bersih, infrastruktur pelabuhan dan logistik, fasilitas kesehatan, pendidikan, peningkatan kualitas SDM, serta pengembangan ekonomi masyarakat.

Mudyat menyebutkan, PPU saat ini menjadi bagian dari Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Sasamba oleh Kementerian ATR/BPN dan Master Plan Tri City Development Plan (TCDP) oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) bersama Bappenas.

Ke depan, ia menetapkan tiga prioritas utama pembangunan, yakni peningkatan kualitas SDM dan kesejahteraan masyarakat, transformasi ekonomi melalui pengembangan pusat pertumbuhan baru, serta pemerataan infrastruktur dan konektivitas wilayah.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, tokoh masyarakat, akademisi, dan generasi muda untuk bersama-sama mendukung pembangunan daerah.

"Kita tidak boleh hanya menjadi daerah yang berada di sekitar IKN. Kita harus menjadi daerah yang tumbuh, berkembang, dan sejahtera bersama IKN. Inilah semangat Gerbang Nusantara yang ingin kita wujudkan," pungkasnya.

(Humas6/prokopimppu)

Dok.Humas6

Topik:BERITA TERKINIPemerintah Kabupaten PPU