PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pendidikan bagi seluruh anak. Salah satunya melalui program Kartu Penajam Cerdas (KPC) yang kembali disalurkan kepada para siswa di wilayah Kabupaten PPU.
Penyerahan Kartu Penajam Cerdas tersebut dilaksanakan di SMP Negeri 5 Girimukti, Kamis (5/11/2026), dan dihadiri Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan bantuan pendidikan dapat diterima secara langsung oleh siswa yang memenuhi persyaratan.
Dalam sambutannya, Waris Muin menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memastikan tidak ada anak di Kabupaten PPU yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Menurutnya, komitmen tersebut sejalan dengan visi pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan dan memastikan kebutuhan dasar anak-anak Indonesia dapat terpenuhi.
"Melalui program Kartu Penajam Cerdas, pemerintah daerah hadir memberikan bantuan secara langsung kepada para siswa. Jika sebelumnya bantuan pendidikan diberikan dalam bentuk yang berbeda, sekarang kita melakukan penyempurnaan melalui pemberian kartu yang diisi bantuan sebesar Rp600 ribu," ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan orang tua untuk memenuhi berbagai kebutuhan perlengkapan sekolah anak, mulai dari pakaian seragam, celana, sepatu hingga perlengkapan penunjang pendidikan lainnya. Dengan mekanisme tersebut, orang tua dapat memilih sendiri barang yang sesuai dengan ukuran dan kebutuhan anak.
Waris menilai, kesesuaian perlengkapan sekolah juga berpengaruh terhadap kenyamanan dan kepercayaan diri siswa dalam mengikuti kegiatan belajar. Karena itu, bantuan diberikan dalam bentuk yang memungkinkan anak mendapatkan perlengkapan sesuai kebutuhannya, bukan sekadar menerima barang dengan ukuran yang belum tentu sesuai.
Selain meningkatkan manfaat bantuan, pemerintah daerah juga melakukan evaluasi terhadap mekanisme penyaluran KPC. Perbaikan tersebut dilakukan untuk mengurangi kendala administrasi yang sebelumnya mengharuskan sebagian orang tua berulang kali mengurus persyaratan pencairan bantuan.
"Alhamdulillah, tahun ini sistem dan mekanismenya sudah kita evaluasi serta perbaiki. Harapannya, tidak ada lagi orang tua yang harus bolak-balik hanya untuk menyelesaikan proses administrasi pencairan bantuan," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Waris juga mengingatkan para orang tua agar memanfaatkan bantuan secara bijak. Ia bahkan mendorong agar sebagian dana, apabila memungkinkan, dapat disisihkan sebagai tabungan pendidikan untuk kebutuhan anak pada masa mendatang.
"Kalau memungkinkan, dari bantuan Rp600 ribu itu bisa disisihkan sedikit untuk tabungan anak. Misalnya Rp200 ribu setiap bulan. Jangan sampai seluruhnya habis untuk kebutuhan sekarang, tetapi ada juga yang disimpan untuk masa depan mereka," pesannya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa penyaluran KPC di wilayah tersebut menjangkau sekitar 560 siswa dari jenjang SD dan SMP, termasuk anak-anak yang menempuh pendidikan di pesantren.
Waris menegaskan, penyempurnaan mekanisme penyaluran Kartu Penajam Cerdas diharapkan mampu menjadikan program bantuan pendidikan semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meringankan beban orang tua memenuhi kebutuhan sekolah anak.
"Harapan kita, tahun ini semua siswa yang memenuhi persyaratan bisa mendapatkan bantuan. Jangan sampai masih ada pertanyaan mengapa ada siswa yang mendapatkan bantuan sementara yang lainnya tidak. Pemerintah ingin memastikan program ini berjalan lebih baik dan tepat sasaran," tutupnya. (Yb/*DiskominfoPPU)







