PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berkomitmen mencari solusi konkret atas persoalan pemenuhan air bersih dan minimnya penerangan jalan umum yang dikeluhkan oleh masyarakat Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam.

Komitmen tersebut ditegaskan jajaran pemerintah daerah saat menampung aspirasi warga dalam kegiatan Safari Jumat yang dipimpin langsung oleh Bupati PPU Mudyat Noor di Masjid Al-Ikhlas, Jumat (29/5/2026).

Dalam ruang dialog tersebut, salah satu warga RT setempat, Sunarko, mengungkapkan bahwa distribusi air bersih dari Perumda Air Minum Danum Taka di wilayahnya belum berjalan maksimal. Menurutnya, pasokan air kerap mengalir hanya pada tengah malam dan harus dibantu menggunakan mesin pompa penarik.
”Kadang-kadang air baru mengalir pukul 12 malam, itu pun harus pakai mesin pompa. Tidak jarang yang keluar justru hanya angin,” keluh Sunarko, sembari berharap ada penyesuaian tarif yang sebanding dengan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.

Keluhan senada juga disampaikan oleh Ahmad, warga lainnya yang menyoroti minimnya fasilitas penerangan jalan di sejumlah titik vital. Kondisi jalan yang gelap pada malam hari dinilai rawan dan membahayakan keselamatan warga yang melintas setiap hari.
Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Bupati PPU Mudyat Noor menyampaikan bahwa agenda Safari Jumat sengaja dirancang sebagai wadah interaksi langsung sekaligus ruang evaluasi kinerja pelayanan publik.
”Melalui kegiatan ini, kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi persoalan di tengah masyarakat. Karena itu, kami sengaja membawa serta sejumlah kepala OPD teknis agar setiap persoalan yang disampaikan bisa langsung diidentifikasi, ditindaklanjuti, atau diberikan penjelasan secara transparan,” ujar Mudyat Noor.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) PPU Tohar menguraikan bahwa pemerintah daerah tengah melakukan pembenahan infrastruktur dasar tersebut secara bertahap dengan berbasis skala prioritas. Tohar tidak menampik bahwa kendala pelayanan air bersih merupakan persoalan klasik yang terus diurai sejak masa transisi pemisahan manajemen pelayanan dari daerah induk terdahulu.

”Kita akui memang masih ada kendala teknis. Saat ini beberapa titik gangguan pada jaringan distribusi sudah teridentifikasi. Ke depan, langkah-langkah perbaikan jaringan terus dipacu agar jangkauan pelayanan air bersih bisa dirasakan masyarakat secara merata,” jelas Tohar.
Terkait persoalan penerangan jalan, Tohar menegaskan bahwa perluasan aksesibilitas dan pemenuhan fasilitas publik menjadi bagian dari visi besar pemkab dalam mendukung konektivitas wilayah, pertumbuhan ekonomi, serta sektor pariwisata. Kendati demikian, tantangan di lapangan kerap berbenturan dengan keterbatasan perluasan jaringan listrik yang memerlukan investasi tidak sedikit.

”Kami terus berkoordinasi intensif dengan pihak PLN. Ada beberapa kawasan yang jaringan listriknya belum siap karena kendala investasi bentangan jaringan baru. Hambatan-hambatan sektoral seperti ini yang sedang kita carikan jalan keluarnya bersama-sama,” pungkasnya.
Agenda tatap muka dan ibadah bersama ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, Wakil Ketua II DPRD PPU Andi Yusuf, para asisten, staf ahli bupati, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten PPU.(Humas.prokopim/*DiskominfoPPU)
