PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menggelar program Safari Jumat sebagai wadah silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi langsung dari masyarakat. Kegiatan kali ini berpusat di Masjid Al-Muhajirin, Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam, Jumat (26/6/2026).

Agenda ini dihadiri langsung oleh Bupati PPU Mudyat Noor, Wakil Bupati Abdul Waris Muin, Sekretaris Daerah Tohar, Asisten II, Asisten III, Staf Ahli, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan perwakilan Baznas PPU, serta warga desa Giripurwa.
Dalam sambutannya, Bupati PPU Mudyat Noor mengungkapkan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini sedang mengalami tantangan besar akibat rasionalisasi anggaran. Kendati demikian, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap memprioritaskan pembangunan yang berdampak langsung pada kemajuan masyarakat.
“Saat ini perjalanan pemerintahan agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena anggaran kita terpangkas luar biasa hingga sekitar 40 persen. Dari yang sebelumnya Rp2,6 triliun dan Rp2,4 triliun, posisi APBD kita sekarang berada di angka Rp1,6 triliun. Dampaknya, beberapa progres pembangunan tidak bisa selancar dulu,” ujar Mudyat.

Meski begitu, Mudyat menenangkan warga Desa Giripurwa dengan memastikan bahwa alokasi anggaran untuk desa di PPU masih menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. Nilai Alokasi Dana Desa (ADD) di PPU rata-rata masih berkisar antara Rp4 hingga Rp8 miliyar per desa. Angka ini jauh di atas daerah lain yang rata-rata hanya Rp2 miliyar. Pemerintah berharap ada sinergi dan kerja sama yang kuat antara pemerintah desa dan kabupaten untuk bersama-sama membangun Giripurwa.
Sesi dialog berlangsung dinamis saat salah satu warga Desa Giripurwa, Akhyadi, menyampaikan keluhannya terkait infrastruktur di wilayah Jalan Gambutan sepanjang kurang lebih 3 kilometer menuju Gunung Bandang. Jalan tersebut merupakan akses vital bagi sekolahan dan sentra pertanian hortikultura seperti melon dan lombok.

“Jalanannya penuh lumpur, sepeda motor saja sampai melorot kalau lewat. Padahal potensinya besar, saudara saya bertanam melon 2.000 pokok bisa panen sampai 5 ton. Kami mohon setidaknya ada pengerasan jalan agar aktivitas pertanian dan anak sekolah tidak terganggu,” keluh Akhyadi.
Merespons hal tersebut, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU, Ali Mustoefa, menjelaskan bahwa pihaknya telah menurunkan alat berat dan material ke lokasi tersebut hingga area sekolah pelayaran sesuai instruksi pimpinan. Namun, penanganan saat ini masih terbatas pada pematangan dan pelebaran jalan akibat keterbatasan anggaran daerah. Peningkatan jalan secara permanen akan dilakukan bertahap di dalam Rencana Strategis (Renstra) seiring membaiknya keuangan daerah.

Menambahkan penjelasan teknis tersebut, Sekretaris Daerah PPU, Tohar, langsung menginstruksikan Bidang Bina Marga, UPT PU Penajam, serta Dinas Pertanian untuk segera meninjau kembali lokasi yang dimaksud.
“Dalam konteks belanja masalah hari ini, saya minta tim Bina Marga atau UPT PU cek kembali kelanjutan Jalan Gambutan sampai titik sentra pertanian tersebut. Untuk Kepala Dinas Pertanian, tolong lihat seberapa jauh potensi komoditas di sana agar bisa kita sentuh dengan program-program kerja yang memungkinkan di masa yang akan datang,” tegas Tohar.

Di akhir acara, kegiatan Safari Jumat ini ditutup dengan aksi sosial. Bupati dan Wakil Bupati PPU menyerahkan bantuan paket sembako dari Baznas PPU kepada warga lanjut usia (lansia). Selain itu, suasana hangat juga terlihat saat jajaran pimpinan daerah bercengkrama dan memberikan hadiah kepada anak-anak desa setempat yang berhasil menjawab kuis interaktif seputar pengetahuan umum.(Wan*/DiskominfoPPU)
