Logo Kabupaten Penajam Paser Utara
Diskominfo

Kab. Penajam Paser Utara

BerandaBeritaBERITA PEMKAB
BERITA PEMKAB

Wabup PPU Pimpin Apel Kesiapsiagaan Hadapi Perubahan Iklim dan El Nino 2026

ASRIANSYAH
3 menit baca
Wabup PPU Pimpin Apel Kesiapsiagaan Hadapi Perubahan Iklim dan El Nino 2026 - Foto 1
Foto Dokumentasi

Keterangan foto: Wabup PPU Pimpin Apel Kesiapsiagaan Hadapi Perubahan Iklim dan El Nino 2026

0 Kali Dibaca
Statistik Artikel Berita
Terverifikasi
Total Pembaca
567
Waktu Baca
3 Menit
Tanggal Rilis
23 April 2026
Kategori
BERITA PEMKAB
"PENAJAM – Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, memimpin Apel Gabungan Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan dalam menghadapi perubahan iklim serta prediksi fenomena El Nino tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di lapangan Pemerintah Kabupaten PPU, Kamis (23/4/2026). Apel in"

PENAJAM – Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, memimpin Apel Gabungan Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan dalam menghadapi perubahan iklim serta prediksi fenomena El Nino tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di lapangan Pemerintah Kabupaten PPU, Kamis (23/4/2026).

Apel ini dihadiri Deputi Lingkungan Hidup Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) PPU, Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana OIKN, Sekretaris Daerah PPU, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur, perwakilan Basarnas dan BMKG Balikpapan, kepala pelaksana BPBD kabupaten/kota se-Kalimantan Timur, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab PPU, perwakilan instansi vertikal, serta peserta apel gabungan dari berbagai unsur.

Dalam amanatnya, Abdul Waris Muin menegaskan bahwa perubahan iklim saat ini bukan lagi sekadar isu global, melainkan telah menjadi realitas yang dirasakan langsung di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten PPU. “Perubahan pola cuaca yang tidak menentu, peningkatan suhu udara, serta berkurangnya curah hujan pada periode tertentu menjadi indikator nyata bahwa kita harus semakin waspada dan siap menghadapi berbagai dampaknya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada 2026, yang berpotensi menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan kering. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko kekeringan, krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta gangguan pada sektor pertanian, perkebunan, dan ketahanan pangan masyarakat.

Menurutnya, pelaksanaan apel gelar pasukan dan peralatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan kesiapan menghadapi potensi bencana.

“Melalui apel ini, kita ingin memastikan seluruh unsur, baik BPBD, TNI, Polri, mitra perusahaan, relawan, maupun masyarakat, siap bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam menghadapi situasi darurat,” tegasnya. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana, seperti peralatan pemadam kebakaran, kendaraan operasional, pompa air, embung, serta logistik pendukung lainnya.

Selain itu, kesiapan sistem deteksi dini dan pemantauan berbasis teknologi juga menjadi faktor penting dalam mengantisipasi potensi bencana, termasuk pemantauan kondisi cuaca dan titik panas (hotspot). Tak kalah penting, koordinasi dan komunikasi lintas sektor juga harus diperkuat guna menghindari tumpang tindih penanganan serta memastikan setiap langkah berjalan efektif dan efisien.

“Keberhasilan penanggulangan bencana sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat harus terus ditingkatkan,” tambahnya. Ia juga menegaskan bahwa upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama dibandingkan penanganan.

Sejumlah langkah konkret yang perlu dilakukan antara lain mengoptimalkan patroli di wilayah rawan karhutla, menyiapkan sumber air dan sarana pendukung, meningkatkan sosialisasi larangan pembakaran lahan, memperkuat ketahanan air, serta mendukung sektor pertanian agar mampu beradaptasi dengan kondisi iklim ekstrem. Di akhir amanatnya, Abdul Waris Muin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan komitmen dan dedikasi tinggi dalam upaya penanggulangan bencana di Kabupaten PPU.

“Kerja keras, sinergi, dan semangat gotong royong yang telah terbangun harus terus kita jaga dan tingkatkan. Melalui kegiatan ini, kita berharap semakin siap dan tangguh dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan fenomena El Nino 2026,” pungkasnya.*Wan/DiskominfoPPU

Topik:BERITA PEMKABPemerintah Kabupaten PPU