KALTIMPOST.ID, JAKARTA—Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menghadiri sarasehan kebangsaan bertajuk Perubahan Geopolitik Dunia dalam Peluang Menuju Indonesia Raya, di Gedung Nusantara IV MPR RI, Jakarta, Selasa (20/5).
Kegiatan itu diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), dan dihadiri 847 peserta dari berbagai unsur, termasuk pimpinan lembaga tinggi negara, menteri, gubernur, dan para kepala daerah se-Indonesia.
Sarasehan mengangkat tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menghadapi Tantangan Geopolitik Global Menuju Indonesia Raya”.
Kegiatan ini menjadi wadah dialog lintas sektor dalam memperkuat ketahanan nasional melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah dinamika geopolitik dunia yang terus berubah.
Mudyat menyatakan, forum tersebut sangat penting bagi para kepala daerah untuk menambah wawasan, serta memperkuat sinergi dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, perubahan geopolitik global saat ini tidak hanya berdampak pada tatanan internasional, tetapi juga langsung terasa hingga ke tingkat lokal.
“Melalui sarasehan banyak hal yang kami peroleh, khususnya strategi dan langkah konkret dalam menghadapi perubahan global yang berdampak hingga ke daerah. Mudah-mudahan wawasan yang kami dapat bisa diterapkan di lingkungan Pemkab PPU,” ujarnya didampingi Kepala Kesbangpol PPU Agus Dahlan, serta Kepala Bagian Pemerintahan Setkab PPU, Muchtar.
Komitmen Pemkab PPU dalam mendukung program-program pemerintah pusat, termasuk implementasi nilai-nilai kebangsaan dan ideologi Pancasila dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Sarasehan ini diharapkan menjadi momentum strategis bagi seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan siap menghadapi tantangan global, tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa yang berideologi Pancasila.
Sementara itu, Kepala BPIP Yudian Wahyudi dalam laporannya menyampaikan bahwa sarasehan ini bertujuan sebagai ajang memperkuat ideologi Pancasila di tengah berbagai tantangan geopolitik yang semakin kompleks.
Sumber Photo : https://kaltimpost.jawapos.com/penajam






