Sekda PPU Dorong Santri Melek Literasi dan Inklusi Keuangan Digital

0
77

PENAJAM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar, secara resmi membuka kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) Tahun 2025 yang digelar di Pondok Pesantren Hidayatullah, Rabu (22/10/2025). Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank BNI, dan Bank BTN Syariah, dengan tujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan santri serta masyarakat pesantren.

Dalam sambutannya, Sekda PPU, Tohar menyampaikan bahwa kegiatan GENCARKAN menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan santri dan pengelola pesantren tentang dunia keuangan dan perbankan modern. Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi umat sehingga perlu memahami prinsip-prinsip tata kelola keuangan yang baik.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membuka cakrawala pengetahuan berkenaan dengan industri perbankan atau lembaga keuangan. Pengelolaan keuangan pribadi maupun lembaga seperti pondok pesantren harus dilakukan secara transparan dan profesional agar terhindar dari stigma negatif seperti korupsi,” Ujarnya

Ia menambahkan, sebagian besar pondok pesantren memiliki sistem pengelolaan dana, baik dari donasi maupun operasional kegiatan. Oleh sebab itu, diperlukan manajemen keuangan yang baik agar dapat mendukung keberlanjutan dan akuntabilitas lembaga.

“Biasanya pondok pesantren itu mengelola dana donasi dan kegiatan operasional. Maka pengelolaan keuangannya harus dimanage sedemikian rupa agar tetap transparan dan dipercaya masyarakat,” jelasnya.

Sekda PPU juga menekankan pentingnya keterlibatan lembaga keuangan dalam mendukung pengembangan ekonomi umat di lingkungan pesantren. Menurutnya, pondok pesantren kerap menjadi pusat kegiatan masyarakat dan dapat menjadi penggerak ekonomi berbasis komunitas.

“Pesantren yang sudah maju biasanya mengelola berbagai unit usaha seperti pertanian, peternakan, dan kerajinan. Sentuhan dunia perbankan diperlukan untuk memberikan pendampingan, terutama dari aspek permodalan dan pengelolaan usaha,” Ungkapnya

Menurutnya, selain mendukung usaha pesantren, dunia perbankan juga diharapkan hadir sebagai mitra strategis dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas keuangan. Melalui layanan digital, seluruh aktivitas keuangan dapat diakses dengan mudah dan terbuka.

“Kalau sudah dikelola melalui fitur-fitur perbankan, siapa pun bisa mengakses dan melihatnya. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan pesantren akan semakin tinggi,” Terangnya

Pada kesempatan yang sama, Sekda PPH juga mengingatkan para santri agar tidak membatasi diri hanya pada ilmu agama. Ia mengutip pesan Menteri Agama RI dalam peringatan Hari Santri Nasional 2025, yang mendorong para santri untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat menjadi pelaku peradaban maju di era global.

“Kepada santri jangan menggunakan kacamata kuda, hanya fokus pada satu jalur ilmu agama saja. Kuasai ilmu pengetahuan, peluk erat teknologi dan inovasi, agar para santri menjadi pelaku peradaban maju dan positif dalam tatanan global,” Pesannya

Di akhir sambutannya ia juga menyampaikan apresiasi kepada OJK, BNI dan BTN Syariah yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya literasi dan inklusi keuangan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran perbankan dan OJK yang telah hadir untuk memberikan edukasi kepada masyarakat kami. Semoga kegiatan ini membawa hikmah dan barokah bagi kita semua,” tutupnya (DiskominfoPPU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here