PHKT dan Pemkab PPU Kolaborasi Pengeboran Dua Sumur Migas Baru, Targetkan Tambahan Produksi 600 Barel per Hari

0
235

PENAJAM – PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) dan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersinergi untuk menyukseskan pengeboran dua sumur migas baru, yakni YCB-8RD1 dan YCB-7RD1, di Lapangan Yakin. Pengeboran ini diharapkan dapat menambah produksi minyak sebesar 600 barel per hari (BOPD) untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Pengeboran dua sumur pengembangan ini merupakan bagian dari komitmen PHKT, yang merupakan bagian dari Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina, dalam mengakselerasi pengembangan lapangan migas. Aktivitas pengeboran telah dimulai sejak 25 Juli 2025 dan ditargetkan selesai pada 13 Agustus 2025.

Dalam acara sosialisasi yang digelar di Kelurahan Nipah-Nipah, PHKT menjelaskan bahwa pengeboran ini dijalankan dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan. Kegiatan ini dihadiri berbagai pihak strategis, mulai dari SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, perwakilan Pemkab PPU, TNI/Polri, hingga tokoh masyarakat setempat.

Eka Pambudi, perwakilan dari Tim Drilling PHKT, menekankan pentingnya keselamatan. “Alhamdulillah, hingga pertengahan 2025, seluruh aktivitas pengeboran di Zona 10, termasuk PHKT, berjalan tanpa insiden. Kami menerapkan budaya kerja aman melalui safety meeting, audit operasional, dan kehadiran Safety Marshall di lapangan,” jelasnya.

Aspek lingkungan juga menjadi fokus utama. Maria Ulfah dari tim HSSE PHKT memastikan bahwa kegiatan ini telah sesuai dengan dokumen AMDAL tahun 2016 dan dirancang berbasis prinsip keberlanjutan serta perlindungan lingkungan.

Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Azhari Idris, mengapresiasi sinergi ini. “Ini langkah strategis untuk menjaga dan meningkatkan produksi migas nasional. Kami sangat menghargai komitmen PHKT yang mengedepankan keselamatan dan kepatuhan lingkungan. Dengan sinergi lintas sektor, kami yakin kegiatan ini akan berjalan lancar dan membawa manfaat nyata bagi daerah maupun ketahanan energi nasional,” tegas Azhari.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Rozihan, yang berharap pengeboran ini berjalan aman dan tetap menjaga ekosistem pesisir. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Safwana, menambahkan bahwa sosialisasi ini penting untuk menunjukkan bahwa kegiatan dilaksanakan secara bertanggung jawab dan sesuai perizinan.

Sementara itu, Kombes Pol Sunardhi selaku Dirpamobvit Polda Kaltim menyatakan dukungan penuh terhadap pengamanan kegiatan. “Selama dijalankan sesuai aturan dan dengan koordinasi yang baik, kami dukung penuh. Keamanan dan keselamatan adalah prioritas bersama,” ujarnya.

Pengeboran ini sejalan dengan implementasi visi Indonesia Emas 2045, di mana PHKT terus berkomitmen dalam membangun operasi hulu migas yang aman, andal, dan berkelanjutan, dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk memperkuat ketahanan energi nasional. (DiskominfoPPU /Sumber* ruangenergi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here