Pemkab. PPU Gelar Rakor High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah: Tekankan Sinergi Antar Daerah

0
199

Penajam – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor membuka secara langsung Rapat Koordinasi High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan stakeholder terkait di aula lantai III Kantor Bupati PPU pada Selasa (26/08/2025).

Turut hadir Sekretaris Daerah PPU Tohar, Asisten II Pemkab PPU Sodikin, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Kepala BPS PPU, Direktur Perumda Benuo Taka dan Perumda Manuntung Sukses, TPID Kota Balikpapan, serta Asosiasi Pedagang Pasar dan pejabat terkait lainnya.

Dalam sambutannya Bupati PPU Mudyat Noor menekankan untuk membangun kesepahaman yang kuat antara instansi dan stakeholder dan fokus pada empat pilar strategi pengendalian inflasi, sehingga program pengendalian inflasi daerah mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Melalui forum HLM (High Level Meeting) ini, saya berharap dapat terbangun kesepahaman yang kuat antarinstansi dan stakeholder. Kita perlu fokus pada empat pilar strategi pengendalian inflasi: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif,” ucapnya.

Bupati menyampaikan menurut data Badan Pusat Statistik, tingkat Indeks Harga Konsumen (IHK) Kabupaten PPU mengalami peningkatan harga sebesar 0,88% pada bulan Juli 2025. Oleh karena itu, diperlukan dukungan penuh dan sinergi yang kuat dari TPID PPU untuk mengendalikan inflasi dalam menekan potensi kenaikan harga sejumlah komoditas dengan melakukan beberapa langkah konkret, di antaranya melaksanakan operasi pasar, pasar murah, dan gerakan pangan murah di setiap kecamatan minimal sebulan sekali, kemudian mengoptimalkan penyaluran beras SPHP melalui GPM dan Operasi pasar serta mempercepat implementasi roadmap pengendalian inflasi daerah 2025 – 2027.

“Penyumbang inflasi terbesar berasal dari makanan, minuman, dan tembakau. Adapun lima komoditas penyumbang inflasi terbesar di PPU adalah tomat, cabai rawit, semangka, daging ayam ras, dan beras,” bebernya.

Lebih lanjut, Bupati mengapresiasi langkah kolaboratif antara Asosiasi Pedagang Pasar PPU dengan Perumda Balikpapan.

“Ini adalah contoh nyata sinergi daerah yang bertujuan memperlancar distribusi barang, memperkuat rantai pasok, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha mikro dan pedagang pasar di daerah kita,” ujarnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan menyampaikan pernyataan yang selaras bahwa inflasi PPU perlu diwaspadai meski masih dalam rentang sasaran nasional, sebab sejumlah komoditas holtikultura masih fluktuatif sehingga sangat penting menjaga stabilitas harga dengan bekerja sama dan bersinergi secara kuat antara pemerintah daerah, BI, kepolisian dan para pelaku pasar.

Kegiatan ini ditutup dengan penandatangan komitmen bersama HLM TPID Agustus 2025 oleh Bupati PPU bersama perwakilan Kepala BI cabang Balikpapan dan penandatangan MOU antara Perumda Manuntung Sukses dengan Asosiasi Pedagang. (W/*DiskominfoPPU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here