Bupati PPU Serukan Perubahan Kultural di Pemkab PPU “Pilihannya Kinerja atau Jabatan Hancur!”

0
123

PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor mengeluarkan pernyataan tegas terkait kinerja jajaran pemerintahannya. Dalam apel pagi yang berlangsung di halaman Kantor Bupati PPU, Senin (4/8/2025), ia menyoroti masih banyak pejabat yang bekerja sebatas menjalankan rutinitas.

“Ada yang bekerja hanya sekadar bekerja, ada yang bekerja sekadar menjalankan rutinitas, dan ada yang betul-betul bekerja,” tegas Mudyat Noor di hadapan para asisten, staf ahli Bupati, kepala SKPD, pejabat eselon III dan IV, serta camat.

Bupati PPU itu juga menegaskan, pola kerja yang sekadar rutinitas tidak lagi relevan dengan tuntutan pelayanan publik. “Ini adalah pilihan, Bapak-bapak, Ibu-ibu sekalian. Pilihannya adalah, saya bersama Wakil Bupati yang akan hancur di akhir masa jabatan, atau saya mengorbankan kawan-kawan yang memang sudah tidak bisa bekerja dan menduduki jabatan. Pilihannya cuma itu,” tegasnya.

Dalam arahannya, Mudyat Noor juga menyinggung soal kosongnya posisi strategis di lingkungan Pemkab PPU. Menurutnya, lebih dari 40 jabatan saat ini belum terisi akibat pejabat pensiun, meninggal dunia, atau pindah tugas.

“Proses pengisian ini akan menjadi momen krusial. Tolak ukurnya adalah kinerja, bukan sekadar rutinitas,” ungkapnya.

Mengenai Isu sensitif praktik jual beli jabatan, Bupati itu juga tak luput dari perhatiannya. Ia bersama Wakil Bupati PPU dan Tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) akan bertindak tegas ketika menemukan pelakunya.

“Jangan sampai ada yang terpancing melakukan pendekatan dengan cara-cara yang tidak benar. Jika ditemukan bukti praktik jual beli jabatan, kami akan menindak tegas. Jangan harap bisa menduduki jabatan yang diinginkan,” katanya menegaskan.

Menutup arahannya, Mudyat Noor mengajak seluruh ASN untuk bekerja maksimal membangun Kabupaten PPU. Ia mengingatkan bahwa masa jabatannya sebagai bupati hanya lima tahun, sementara masa kerja ASN bisa mencapai 35 tahun.

“Kami berharap di masa kepemimpinan kami yang singkat ini bisa memberikan manfaat dan dampak besar bagi pembangunan PPU,” ujarnya.

Bupati PPU juga menyinggung beberapa persoalan mendesak seperti tingginya angka stunting dan kemiskinan. Menurutnya, masalah tersebut hanya dapat diatasi dengan kerja nyata dan kolaborasi seluruh jajaran pemerintahan.

“Kita sebagai pelayan masyarakat sudah cukup banyak mendapat fasilitas dari negara. Jadi, tunjukkan kinerja terbaik,” pungkasnya (Wan/DiskominfoPPU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here